Rabu, 08 Oktober 2014

Perkembangan Wisata daerah Kota Semarang

Perkembangan Wisata daerah Kota Semarang - Potensi dan Pengembangan Wisata Kota Lama Semarang Sebagai Daya Tarik Wisata di Semarang. Program Diploma III Usaha Perjalanan Wisata Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Laporan Tugas Akhir ini mengkaji tentang model pengembangan obyek wisata Kota Lama Semarang. Latar belakang dari penelitian ini adalah mengetahui potensi wisata Kota Lama dan prospek untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata di Semarang. Penulisan laporan ini disajikan dengan metode diskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung pada obyek penelitian, interview yaitu tanya jawab secara langsung dengan para nara sumber yang dapat memberikan informasi secara akurat dan studi pustaka yang menggunakan sumber tertulis yang berkaitan dengan penulisan laporan ini. Terakhir semua data yang telah terkumpul dari hasil penelitian dituangkan dalam analisis bentuk penulisan laporan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Kota Lama mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang akan meningkatkan pendapatan kota Semarang. Prospek Kota Lama yaitu menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan wisata budaya, namun untuk mewujudkannya diperlukan beberapa upaya diantaranya mengembalikan nama baik Kota Lama. Untuk mengembalikan Kota Lama ditemukan beberapa kendala yaitu kuatnya image negatif Kota Lama dan kurang kesadaran mayarakat, maka dari itu pemerintah Kota Lama lebih memperhatikan kawasan tersebut agar dapat dikembangkan sesuai dengan prospek yang dimiliki kota tersebut. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa kawasan wisata Kota lama memiliki beberapa bangunan kuno yang memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi dan dengan adanya potensi tersebut diharapkan dapat mendorong berbagai pihak untuk turut mendukung pelestarian dan pengembangannya agar layak dijadikan sebagai obyek wisata sejarah andalan kota Semarang.
Kerja sama antara pemerintah dengan industri swasta dalam pengembangan obyek wisata tempat-tempat yang bernilai historikal di kota Semarang atau bisnis sewa mobil di semarang sendiri sangat verpengaruh pada kota tersebut dan dapat diformulasikan dengan beberapa kebijaksanaan antara lain:
1. Peningkatan kerjasama pemerintah dengan pihak swasta
Yaitu memantapkan koordinasi dan kerjasama pelaku-pelaku parwisata ,misalnya kerjasama pemerintah dengan industry, restoran, biro perjalanan, dan toko souvenir. Kerjasama ini juga perlu dilakukan dengan lembaga-lembaga pendidikan terutama berupa pelatihan-pelatihan dan penelitian-penelitian yang mengupas mengenai bagaimana cara memanfaatkan tempat-tempat bernilai historical guna menunjang dunia pariwisata.
2. Penambahan dan pengadaan sarana dan prasarana obyek wisata
Yaitu menambah dan pengadaan terhadap sarana dan prasarana yang dapat menunjang kepuasan pelayanan bagi wisatawan, misalnya tersedianya sarana transportasi yang baik, tempat ibadah, tempat penginapan, restoran, dan kamar kecil yang bersih di kawasan wisata.
3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia
Yaitu peningkatan kualitas keterampilan profesi bagi insan pariwisata, misalnya pemberian diklat tentang pemanfaatan obyek wisata sejarah, penentuan tentang kawasan yang dapat dikembangkan sebagai obyek wisata sejarah yang masih ada hingga kini, dan juga diklat yang berhubungan dengan pelestarian tempat-tempat bersejarah sesuai dengan Undang-Undang cagar budaya.
4. Distination Information Sistem dikembangkan
Yaitu mengaktifkan kegiatan-kegiatan pemasaran obyek wisata baru berupa tempat-tempat bersejarah, sekaligus memberikan informasi yang jelas dan mudah terhadap obyek tersebut. Misalnya, pembuatan brosur-brosur obyek wisata sejarah yang di tempatkan di tempat-tempat yang strategis seperti, bandara, terminal, stasiun kereta api dan di tempat-tempat keramaian seperti pasar. Dalam brosur ini harus menjelaskan dan dapat memberikan informasi-informasi mengenai lokasi dari tempat-tempat dari bersejarah tersebut, keunikannya, dan transportasi menuju ke kawasan tersebut.
5. Peningkatan penyuluhan sadar wisata berdasarkan Sapta Pesona
Yatu peningkatan terhadap pemberian penyuluhan sadar wisata kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat yang berada di daerah atau kawasan obyek wisata, dengan materi penyuluhan berwawasan Sapta Pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan).
Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan obyek wisata bernilai historikal di kota Semarang. Sering kali kita mendahulukan kepentingan pribadi katimbang kepentingan umum setidaknya kita semua bisa melestarikan wisata kota kita. cukup sekian semoga info dari kami bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar